Nissa88′s Blog

Maret 13, 2009

tugas 1

Filed under: tugas e-commerce — nissa88 @ 5:53 am

Perkembangan Internet

Disusun untuk memenuhi tugas dalam mengikuti

Perkuliahan E – commerce

Oleh:

Anissa Sukmaputri

(0610220028)

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2009

Perkembangan Internet

Saat ini internet merupakan hal yang tidak asing bagi penduduk dunia. Hal ini karena internet telah lahir pada tahun 1969. Setiap orang yang berada di berbagai pelosok bisa terhubung dengan internet ke berbagai tempat. Intenet merupakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia.

Internet di berbagai negara telah berkembang pesat. Menurut data yang dikumpulkan OkeZone.com jumlah pengguna internet diseluruh dunia hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun menurut sebuah firma penelitian – comScore dari sekitar 6,75 miliar populasi penduduk dunia hingga tahun 2009 memberikan data bahwa pengguna internet dunia telah melebihi satu miliar orang. Kepastian mengenai jumlah tersebut diperoleh comScore pada Desember 2008.

Sementara menurut internetworldstats.com mencatat dari jumlah penduduk dunia sekitar 6,676,120,288 orang pengguna internet dunia sudah mencapai 1,463,632,361. Sementara yang tebanyak digunakan oleh penduduk Asia yang berjumlah 3,776,181,949 orang, dengan jumlah pengguna internet sebanyak 578,538,257 orang.

Sama halnya dengan data di atas, menurut SetyoBudianto.com jumlah pengguna internet dunia mencapai 1 Miliar dari sekitar 6,75 miliar penduduk atau sekitar 15 %, yang sebagian besar penggunanya adalah Negara China sebesar 180 juta. Amerika Serikat berada di urutan kedua dengan 163 juta pengguna, disusul Jepang dengan 60 juta pengguna.

Jumlah diatas menurut sebagian ahli antara lain Abraham (CEO ComScore) mengatakan, bahwa dalam waktu dekat, jumlah tersebut meningkat cepat menjadi dua atau bahkan tiga milyar orang.

Masih menurut situs ComScore juga menyatakan jika pengguna internet terbesar adalah orang-orang berusia 15 tahun ke atas. Dominasi penggunaan internet oleh orang-orang berusia 15 tahun ke atas kebanyakan dilakukan di komputer pribadi atau komputer perusahaan.

Sedangkan mengenai wilayah, comScore menyatakan jika kawasan Asia-Pasifik mendominasi sekira 41 persen dari jumlah pengguna internet secara keseluruhan. Sedangkan benua lainnya – Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Latin berada di urutan berikutnya.

Tidak hanya sebagai pusat untuk berkomunikasi dan mencari informasi, internet juga tempat berpotensi terjadinya jual beli. Potensi jual beli online yang besar dilihat berdasarkan studi di pasar global, salah satunya di Amerika Serikat dan Eropa. Prediksi dari lembaga sensus Amerika untuk tahun 2008 ini perbandingan transaksi jual beli melalui internet dengan konvensional (offline) mencapai 7% dengan besar transaksi $300 milyar atau sekitar 3.600 triliun rupiah (3 kali PDB Indonesia). Di Eropa walaupun besar transaksinya tidak jauh dari Amerika pertumbuhan jual beli online tergolong cukup tinggi. Terakhir berdasarkan data dari emarketer.com, Eropa memiliki transaksi sebesar $255milyar atau sekitar 3000 triliun rupiah dengan pertumbuhan 28%.

Data terbaru yang dikeluarkan oleh ComScore menyatakan bahwa imbas krisis dunia membuat menurunnya belanja online. Di Amerika presentase belanja online November tahun 2008 turun 4 persen dibandingkan bulan november tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan orang-orang memilih menahan dirinya untuk membeli sesuatu karena melambungnya harga.

Google merupakan perusahaan internet paling maju saat ini. Walaupun sebagian besar pendapatannya didapatkan dari iklan, model bisnis yang dikembangkan sebenarnya berbasis layanan (Application Service). Pada awal 2008 mencatat bahwa Google dengan model bisnis layanannya berhasil membukukan pendapatan $3663 juta atau sekitar 45 triliun rupiah jauh di atas Yahoo yang hanya $1671 atau sekitar 18 triliun rupiah.

Sementara itu perkembangan internet di negeri sendiri juga tak kalah mengejutkan. Walaupun tantangan terbesar bagi tumbuh kembangnya internet di Indonesia sebenarnya ada di berbagai sisi. Dalam hal infrastruktur, Indonesia sangat jauh tertinggal dengan Negara lain. Pemerintah perlu mengeluarkan regulasi yang mendukung pemain di industri infrastruktur internet agar pertumbuhan infrastruktur jaringan internet menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Di sisi konten juga Indonesia memiliki tantangan besar. Data Networked Readiness Index 2007-2008 yang menunjukkan Indonesia peringkat 9 untuk jumlah produk/layanan asing patut menjadi perhatian kita bersama. Selama ini keuntungan dalam industri internet di Indonesia dinikmati oleh pemain asing google, yahoo, friendster, facebook, dll.

Menurut situs keluarga besar mahasiswa ITB, lahirnya UU ITE dan megaproyek Palapa Ring merupakan langkah yang bagus untuk menumbuhkan industri internet di Indonesia. Hal tersebut juga akan mendorong berkembangnya transaksi elektronik yang dilindungi oleh hukum di Indonesia.

Walaupun menurut situs keluarga mahasiswa ITB kehadiran internet bisa dibilang terlambat. Namun dikatakan jumlah pertumbuhan pengguna internet per tahun adalah sekitar 20 persen. Besar pertumbuhan ini jauh lebih besar dari jumlah pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tidak lebih dari 3%.

Menurut data yang dihimpun internetworldstats.com data update 30 Juni 2008, jumlah pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke 5 di Asia dengan jumlah pengguna 25,000,000 dari 237,512,355 penduduk. Statisistik tersebut meningkat dimana pada tahun 2000 pengguna internet adalah 2.000.000 orang. Sehingga dalam kurun waktu 8 tahun pengguna internet meningkat hingga 23 juta pengguna.

Kehadiran internet memberikan nilai tambah yang sangat besar pada layanan publik pemerintah. Dengan memanfaatkan internet, pemerintah daerah bisa menghemat biaya yang cukup besar. Selain itu, kecepatan layanan kepada masyarakat juga meningkat dengan sangat drastis. Salah satu daerah di Indonesia yang sudah menerapkan ini adalah Jembrana, Bali yang menyediakan layanan yang sudah terkomputerisasi segala yang berhubungan dengan informasi pemerintahan. Ini menjadikan internet menjadi tumpuan bagi layanan publik di Indonesia ke depan. Beberapa pemerintah daerah lain juga telah mengembangkan e-government yang memanfaatkan internet untuk meningkatkan layanan publik. Selain pemerintah, korporasi swasta juga memanfaatkan internet dalam segala bisnisnya. Industri yang paling diuntungkan oleh adanya internet adalah perbankan. Dengan adanya internet, mereka bisa menghadirkan layanan ATM dan juga internet banking. Layanan mereka meningkat selain juga penghematan biaya. Tidak hanya perbankan saja, perusahaan customer goods dan juga supermarket juga memanfaatkan internet untuk informasi logistik mereka.

Di lain sisi jumlah belanja online di Indonesia juga tidak kalah mengejutkan walaupun terdapat berbagai hambatan. Menurut situs keluarga besar mahasiswa ITB, belanja iklan perusahaan di Indonesia total mencapai 70 triliun rupiah setiap tahun. Akan tetapi internet hanya menikmati jatah sebesar 80 miliar. Ini tantangan sekaligus peluang bagi industri media online. Pemain media online indonesia harus berbagi pasar dengan pemain superbesar seperti Google, Yahoo, dan Microsoft. Data yang kami dapat dari Alexa.com menunjukkan bahwa media online lokal di Indonesia hanya mampu berada di posisi tertinggi 9 untuk situs yang memiliki trafik paling besar. Delapan peringkat teratas dikuasai oleh pemain asing seperti Google, Yahoo, Microsoft, Facebook, Friendster. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang selanjutnya bagi pemain di industri media online.

Sedangkan menurut harian kompas menyebutkan ada uang masuk sekitar US$ 400 juta dari berbagai penjuru dunia yang masuk ke Indonesia dari sektor internet marketing, dan dari tahun ke tahun jumlahnya diramalkan akan terus bertambah

Jual beli online baik retail atau wholesale juga akan menghiasi internet Indonesia ke depan. Walaupun model bisnis murni ecommerce belum ada di Indonesia, transaksi jual beli yang terjadi dari Internet potensinya sangat besar di Indonesia. Mereka yang melakukan jual beli melalui internet umumnya masih melakukan metode konvensional transfer bank. Hal ini disebabkan kurang mendukungnya lingkungan di Indonesia untuk penggunaan sistem ecommerce dimana transaksi langsung menggunakan uang elektronik (Paypal, kartu kredit).

Saat ini memang belum ada riset yang bisa menghitung berapa besar transaksi jual beli melalui internet di Indonesia. Tapi beberapa pemain besar di bisnis jual beli melalui internet di Indonesia menunjukkan ketahanan dalam menjalankan bisnisnya, seperti bhineka.com, tanahabang.com, gramedia.com apalagi pendapatan mereka mencapai milyaran rupiah.

www.keluarga mahasiswa ITB.co.id (07 Desember 2008)

http://www.internetworldstats.com (29 November 2008)

http://m.okezone.com/ (25 Januari 2009)

www. Internetworldstats.com/stats3.htm (19 November 2008)

www.setyobudianto.com (23 Februari 2009)

www.vivanews.com (27 November 2008)

www.tempointeraktif.com (5 Maret 2008)

www.ComScore.com

www.indoskripsi.com (11 September 2008)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.